Jarot S. Suroso

Pray for safety and happiness

NI’MAT IMAN DAN ISLAM (Khutbah Jumat)

Assalaamu’alaikum wr wb
Alhamdulillaah.
Alhamdulillaahilladzi arsala rasuulahu bil huda wa diinilhaq liyudlhirahu ‘aladdiini kullih walau karihal kaafiruun.
Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warasuuluh, laa nabiyya ba’dah.
Qalallaahu ta’ala fil-quraanilkariim:
‘A’uudzubillaahiminasy-syaithaanirrajiim,
bismillaahirrahmaanirrahiim

Jama’ah jum’ah rahimakumullah,
Marilah kita bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa ta’aalaa sebagaimana telah diperintahkan kepada kita melalui firman-Nya tadi, yang artinya:
“Wahai orang-oramg yang telah beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya. Dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan beragama Islam.”
Dan firman Allah yang lain,
Inna akramakum ‘indallaahi atqaakum.
Artinya:
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa.”

Jama’ah jum’ah rahimakumullah,
Sudah seharusnya kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’aalaa yang telah banyak memberi ni’mat kepada kita semua, terutama ni’mat Iman dan Islam. Sehingga kita disebut sebagai orang-orang yang beriman atau mukmin, juga disebut sebagai orang-orang beragama Islam atau muslim.

Kita tahu, bahwa ni’mat Iman dan Islam adalah ni’mat yang sangat besar. Yang tidak setiap orang dapat memperolehnya. Namun sungguh memprihatinkan, bahwa ada di antara manusia yang dengan sengaja telah menolak ni’mat ini. Mereka diberi petunjuk untuk beriman kepada Allah dan menerima Islam sebagai agama bagi mereka, namun mereka kufur. Sehingga dalam terminologi Islam mereka disebut dengan orang-orang kafir, baik kafir ahli kitab, musyirikin, munafiqin, deis maupun atheis. Mereka telah melakukan kejahatan kemanusiaan yang sangat besar, yaitu kejahatan teologis.

Sungguh merugi orang-orang yang mengingkari kebenaran Islam setelah informasi / da’wah itu sampai kepadanya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluq dan akan menerima adzab di akhirat kelak.

Firman Allah:
“Innaddiina kafaru min ahlil kitaabi wal musyrikiina fiinaari jahannama khaalidiina fiihaa; ulaaikahum syarrul bariyyah.”

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS 98:6, Al Bayyinah)
Jama’ah jum’ah rahimakumullah,
Mungkin ada di antara manusia ada yang bertanya: Mengapa kita harus menganut Islam sebagai agama? Bukankah banyak pilihan agama di dunia ini? Atau ada yang mengatakan, bukankah semua agama itu sama saja, kan semua menyembah Tuhan?

Semua pertanyaan itu memerlukan jawaban. Dan jawaban yang terbaik adalah jawaban yang merujuk pada petunjuk dari Tuhan itu sendiri, atau yang disebut dengan kitab suci. Tentu saja, kitab suci yang dapat dijamin validitas, keasliannya dan tidak dirubah-rubah isinya. Adapun jawaban berdasarkan logika dan filsafat, tak akan pernah memuaskan; Sebab logika memiliki keterbatasannya sendiri, sedang filsafat hanya akan menghadirkan kebenaran relatif yang spekulatif adanya.
Jama’ah jum’ah rahimakumullah,
Islam adalah agama yang diturunkan Allah bagi umat manusia melalui para Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam hingga Ibrahim, Musa, ‘Isa (Yesus), hingga Muhammad s.a.w; sedang Al-Quraan tidak diragukan lagi sebagai kitab suci yang senantiasa terjaga validitas dan keasliannya. Karena itu, kita tidak ragu untuk mempergunakannya sebagai rujukan dalam beragama maupun dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.

Allah Subhanahu wa ta’aalaa telah menyatakan dalam Al-Quraan, bahwa hanya Islam agama yang diakui-Nya. Jadi, Islam-lah satu-satunya agama yang benar. Atau kita dapat mengatakan, bahwa semua agama itu sesat kecuali Islam. Maka, tidaklah salah bila kita menganut Islam sebagai agama yang kita yakini.

Firman Allah:
“Innaddiina ‘indllaahil-islaam.”
Artinya:
Sesungguhnya agama (yang diridloi) di sisi Allah hanyalah Islam. (QS 3:19, Ali ‘Imran).

Firman Allah:
“Wamayyabtaghi ghairal islaami diinan falayyuqbala minhu, wa huwa fil aakhiraati minal khasiriin.”
Artinya:
Barang siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS 3:85, Ali ‘Imran).

Alhamdulillaah.
Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin.
Hamdan katsiiiran thayyiban mubaarakan fiih.

Jama’ah jum’ah rahimakumullah,
Islam bermakna selamat, sejahtera, aman, damai dan bahagia; kebahagiaan dan kesejahteraan lahir-batin, jasmani-ruhani, material-spiritual dan dunia-akhirat. Islam juga berarti tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Islam adalah agama yang telah ditetapkan oleh Allah bagi seluruh umat manusia. Manusia yang mencari agama selain Islam, nanti di akhirat akan merugi, karena keberagamaannya ditolak, sebagaimana firman Allah yang telah dibacakan tadi.

Untuk itu, marilah ni’mat iman dan Islam yang telah kita peroleh ini kita jaga dengan keimaan yang mantap tanpa keraguan, dan diikuti dengan amal shalih yang berkesinambungan.

Firman Allah:
“Al-haqqu mirrabbika falaa takuunanna minal mumtariin.”
Artinya:
“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS 2:147, Al Baqarah).

Firman Allah:
“Innalaadzina aamanu wa’amilushshaalihaati ulaaikahum khairul bariyyah. Jazaauhum ‘inda rabbihim jannaatu ‘adnin tajri mintahtihal-anhaaru khaalidiina fiihaa ‘abadaa. Radliyallaahu ‘anhum wa radluu ‘anh, dzaalika liman khasyiyarabbah”
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS 98:7-8, Al Bayyinah)
Jama’ah jum’ah rahimakumullah,
Marilah kita menengadahkan hati kita untuk berdo’a, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menerima amal ibadah dan permohonan kita.
Alhamdulillaahirabbil’aalamiin.
Allaahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala aali Muhammad.
Amin, amin, yaa Allah, yaa rabbal ‘alamiin.
Rabbana innanaa amannaa, faghfirlana dzunuubannaa, wakaffir ‘annaa sayyiaatinaa, watawaffanaa ma’al abraar, walaa tughzinaa yaumal qiyaamah.
Rabbanaa laa tuzigh qulubanaa ba’da idzhadaitanaa wa hablanaa milladunka rahmah innaka antal wahhaab.
Allaahumma aa’innaa ‘alaa dzikrika, wasyukrika, wahusnaa ‘ibaadatik.
Rabbanaa aatinaa fid dunya hasanah, wafil aahirati hasanah, waqinaa ‘adzaa bannaar.
Allaahumma innaa nas-aluka ridlaaka wal-jannah wana’uudzubika min tsaqatika wannaar.
Rabbanaa taqabbalminnaa, innaka antassamii’ul aliim, innaka samii’uddu’aa’, innaka antal wahhaab. Amin, yaa Allah, yaa rabbal’aalamiin.
Wal hamdulillahirabbil ‘aalamin

15 Februari 2009 - Posted by | Dakwah

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: